Sore Hari nan Syahdu

Sayup sampai suara orang melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Suara itu ditingkahi semilir angin yang mencuri masuk ke dalam jendela kamarku.

Siang tadi begitu panas, sore ini angin membelai wajahku menjalankan titah Tuhan. Mendinginkan bumi yang tadi menggelegak menahan panas sang mentari.

Sore hari ini nan syahdu dalam pikirku.

Semuanya tenang. dan sekali lagi telingaku menangkap lantunan shalawat ke atas Nabi. dan hati menjadi semakin tenang.

Sore hari ini nan Syahdu. Ingin kubagi perasaan ini dengan orang terkasih yang sekarang belum juga kembali. Semoga selamat di perjalanannya.

Sore ini nan syahdu. ingin kutulis sebuah puisi, namun sayang aku bukan pujangga. Kata-kataku hanya kata-kata seorang pekerja kasar yang penuh debu di setiap tulisan. Sungguh tak sampai nurani menuntun jari menulis sebuah puisi.

tapi sudahlah…Karena sore ini nan Syahdu. Selamat datang gelap, walau sore ini nan syahdu.

Ditulis ketika senja merebak di ufuk barat.

This entry was posted in Family, Lagi melankolis and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s