Tentang Film sang Pemimpi

sang pemimpiCaution : Bagi yang bosenan harap segera meninggalkan tulisan ini, karena postingan ini buat melancarkan saya menulis dan mengetik. okeh..šŸ™‚

Beginilah postingannya…

Film sang pemimpi adalah lanjutan dari film sebelumnya, yaitu Laskar Pelangi. Kedua film ini dibuat berdasarkan novelĀ  yang ditulis oleh Bang Andrea Hirata. Jadinya isi dari kedua film ini kurang lebih mengisahkan mengenai perjalanan hidup seorang Andrea Hirata.

Nilai film ini menurut saya kalo diurut berdasar “tidak bagus-bagus-sangat bagus-istimewa”, maka film ini menurut saya adalah sangat bagus.

Kenapa saya katakan sangat bagus, karena di film ini kita diajarkan agar selalu bersikap optimis dan menjalani hidup dengan penuh harapan, walaupun keadaan yang sangat sulit sedang menemani perjalanan hidup kita.

Bagaimana tidak sulit, dalam film ini dikisahkan Ikal, Arai dan Jimbron yang waktu itu SMA harus bekerja sebelum pergi ke sekolah. Apa kerja mereka? kerjaannya adalah mengangkut ikan dari nelayan untuk dibawa ke pasar setiap paginya. Anda bisa bayangkan pagi-pagi selesai subuh langsung terjun ke pantai untuk mengangkut makhluk-makhluk laut yang dingin dan bau amis untuk dipikul ke pasar..Sedangkan mereka bertiga setelah itu harus pergi ke sekolah. Bisa dibayangkan kan bagaimana badan mereka jadinya bau ikan pari atau cumi-cumi..Hmmm mantaf..

Mereka melakukan itu semua karena memang keadaan ekonomi mereka yang sungguh sangat sulit. Gaji dari bapak mereka sudah tidak bisa dijadikan sandaran lagi. Jadi mau ataupun tidak mereka haruslah berusaha sendiri.

Jika diliahat dari alur ceritanya film ini kayaknya padat banget. Artinya banyak banget kisah yang dipadatkan untuk setiap adegannya. Hal ini mungkin untuk menuangkan semua isi dari novel Sang Pemimpi. Padahal ada kisah-kisah yang dihilangkan di film ini. Seperti cerita Ikal dan kawan-kawan dihukum “bersandiwara ala film bioskop”Ā  oleh pak Mustar karena menonton di bioskop dihilangkan. Sedangkan di Novel cerita tersebut cukup banyak halamannya.

Seperti di film Laskar Pelangi, maka film ini juga alurnya alur mundur. Film ini diawali dengan adegan ketika Ikal dewasa tinggal di Bogor dengan keadaan yang putus asa dan ditinggalkan oleh Arai. Dia tidakĀ  meninggalkan pesan apapun ketika pergi. Tanpa Arai, Ikal timpang menjalani hidup. Dia bagaikan kehilangan arah menjalani hidup ini.

Diawal-awal film banyak prolog yang diisi oleh Ikal dewasa untuk mengisahkan kepada penonton (yang belum baca novelnya) jalur filmnya.

Untuk Kisah asmara di film ini terjadi antara Arai dan Zakiah Nurmala kembang desa SMA manggar tempat mereka bersekolah. Kisahnya disajikan dengan cukup ceria. Sehingga jauh dari kesan melankolis dan cengeng. Semuanya terlihat serba konyol namun sarat dengan perjuangan. KegigihanĀ  seorang Arai diperlihatkan total demi mendapatkan hanya sedikit saja perhatian Zakiah.

Pelajaran moral yang dapat diambil dari film ini saya kira cukup banyak. Misalkan ajaran mengenai toleransi dan tidak memaksakan kehendak seperti yang dilakukan pendeta Giovani kepada anak asuhnya Jibron. Pendeta Giovani tidak pernah menyeret Jimbron untuk mengikuti agamanya, bahkan dengan sukarela pendeta Giovani mengantar anak asuhnya untuk mengaji dan memperdalam Agamanya.

Pesan moral lainnya yang selalu mengiringi jalur film ini adalah bahwa kita harus selalu optimis dan menghargai kehidupan yang telah diberikan kepada kita, tidak pernah seorang Arai di film ini mengeluhkan nasibnya, walaupun kemiskinan sangat lekat dengan urat nadinya. Arai mengajarkan kepada saya untuk selalu bermimpi dan mengejar mimpi itu.

Ada juga seorang guru yang bernama Balia yang juga selalu memekikkan kata-kata yang membakar semangat Arai untuk terus maju dan menapaki hidup dengan Optimis.

Dari guru itulah mimpi Arai, Ikal dan Jimbron tercetus untuk menapaki jalan hidup agar bisa kuliah di Sorbonne Paris. Mengelilingi Eropa dan menjamah benua Afrika. Walaupun mereka bertiga sadar betul bahwa kemiskinan adalah pakaian mereka setiap saat. Tapi dengan mimpi itulah kawan mereka mempunyai energi lebih yang mereka sendiri pun tidak menyadari itu.

Selain sikap optimis yang selalu ditonjolkan di film ini ada waktu dimana Ikal remaja di hinggapi keraguan akan mimpinya dan disergap tanpa ampun dengan perasaan pesimis yang merusak. Karena sikap pemsimisnya ini dia jadi malas sekolah, tidak masuk kelas. Yang ada dipikirannya waktu itu adalah, mau seberapa capeknya pun mereka bekerja dan bersekolah mereka tetaplah anak-anak miskin yang tidak akan pernah keluar dari kemiskinan tersebut, bahkan saking pesimisnya di film ini digambarkan Ikal remaja sudah melihat masa depannya yang tidak akan jauh-jauh dari remaja-remaja di kampungnya. Dia melihat dirinya sendiri, Arai dan Jimbron sedang melayani di warung kopi, dia lari ke pasar disana juga dia melihat gambaran dirinya Arai dan Jimbron sedang memikul barang-barang berat menjadi kuli lebih tepatnya.

Tapi lagi-lagi Arailah yang menyadarka Ikal dari bayangan kegagalan yang memenuhi pikirannya itu. Arai selalu berkata, tanpa mimpi orang-orang miskin seperti kita ini akan mati Kal, kita tidak akan pernah berjalan mendahului nasib Kal. Maka di bukunya Bang Andrea menuliskan bahwa sikap pesimis adalah sikap takabbur. Karena dengan sikap pesimis kita sudah berjalan mendahului nasib. Sedangkan nasib harus kita perjuangkan agar kita selalu menjadi lebih baik lagi.

Untuk lebih lengkapnya silahkan di download aja filmnya. Sekian latihan postingnya. Nanti dilanjut lagi. Makasih bagi yang udah mau baca. Kasih komentar ya biar saya lebih semangat lagi menulis di blog ini.

Untuk menemukan link download film sang pemimpi,Ā  kemaren nemu juga link downloadnya. Bagi yang mau download langsung aja ke tkp. Caranya cukup ketik di google.co.id ” the hack3r. Nah dari sanalah saya menemukan link buat download film sang pemimpi.

Yang sabar ya downloadnya…

This entry was posted in Motivasi, Tak Penting, Tentang hidup ini and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Tentang Film sang Pemimpi

  1. Waroeng Film says:

    download di waroeng film aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s